PSBB Longgar Belum Cukup Bantu Otomotif

PSBB Longgar Belum Cukup Bantu Otomotif

PSBB Longgar Belum Cukup Bantu Otomotif RI Pulih

PSBB Longgar Belum Cukup Bantu Otomotif RI Pulih – Industri otomotif Tanah Air diprediksi tak akan pulih cepat meski kegiatan bisnis sudah dibuka bertahap oleh pemerintah.

Pelaku industri tak bisa memprediksi kapan kondisi akan kembali normal, pemulihan dikatakan butuh waktu usai otomotif diguncang pandemi Covid-19 selama tiga bulan terakhir.

Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menyampaikan industri otomotif butuh waktu untuk pulih bertahap seiring perbaikan perekonomian.

“Tentu kondisi ekonomi saat ini membutuhkan waktu untuk kembali bangkit, meskipun saat ini ada beberapa indikator positif dari sisi makro seperti pasar modal, kurs, dan kepercayaan konsumen.

Dia juga mengingatkan kondisi ekonomi tak bisa bangkit secara instan walau tak memberi penjelasan butuh berapa lama. Tapi aktivitas konsumen yang mulai meningkat juga kami harapkan dapat ikut mendorong pasar untuk terus membaik,” ucap Billy.

Seperti diketahui penjualan mobil Indonesia secara ritel atau penjualan dealer ke konsumen tersungkur pada April menjadi 25 ribu unit menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Itu nyaris jatuh 50 persen dibanding Maret sebanyak 60.447 unit.

Masalah penjualan ritel bukan cuma terpukul Covid-19 sebab catatan Maret sudah menyusut dari rata-rata per bulan 70 ribuan pada 2019.

Sedangkan Daftar IDN Poker 99 Online (penjualan dari produsen ke dealer) pada April terekam terjun bebeas sekitar 90 persen menjadi 8.000-an unit dibanding Maret sebesar 76.800 unit.

“Ya butuh stimulus di hilir supaya demand meningkat,” kata Bob. Gaikindo belum merilis data penjualan mobil pada Mei, namun diprediksi akan lebih parah ketimbang April.

Gaikindo sudah menetapkan target penjualan mobil terbaru menanggapi pandemi, yakni 600 ribu unit pada tahun ini, turun dari sebelumnya 1,05 juta unit. Namun belakangan target baru itu diragukan setelah melihat hasil April dan prediksi Mei.

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor

Keterpurukan karena Covid-19 sudah jadi logika bersama, namun Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi melihat penjualan mobil nasional dapat tumbuh usai pemerintah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dimulai dari Jakarta.

Meski begitu Anton mengatakan pertumbuhan tidak akan signifikan hingga menyamai data 2019. Prediksi Anton penjualan mobil bakalan naik tipis mulai Juni dibanding Mei karena kebijakan PSBB dialihkan menjadi masa transisi.

“Bulan ini dengan PSBB transisi, showroom mulai buka misalnya di Jakarta dan Jawa Barat. Tapi tentu belum kembali seperti level 2019 misalnya. Berapanya belum bisa diprediksi, karena ini masih awal bulan,” kata Anton.

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengingatkan penjualan mobil, salah satu indikator kemajuan industri otomotif, tumbuh tergantung kemampuan daya beli masyarakat. Ia mengatakan mengukur daya beli dapat dilakukan dari penilaian pertumbuhan ekonomi.

Gaikindo percaya industri otomotif bisa pulih jika dibantu pemerintah. Sebab itu asosiasi yang menaungi produsen dan Agen Pemegang Merek otomotif di dalam negeri ini pernah mengungkapkan sejumlah stimulus yang diinginkan, salah satunya pemangkasan tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

PKB merupakan pajak yang dikenakan atas kepemilikan kendaraan. PKB dibayar konsumen saat membeli mobil baru yang biasanya dimasukkan dalam komponen harga ritel dan wajib dibayar lagi setiap tahun semasa kepemilikan.

Gaikindo meminta penurunan PKB mulai dari 30 persen sampai 50 persen. Permintaan itu sudah disampaikan melalui surat kepada pejabat daerah.

Stimulus lain yang diminta Gaikindo yaitu yakni pengaturan ulang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ekspor kepada perusahaan untuk KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor). Selanjutnya diminta pula secara signifikan mengurangi proses restitusi pajak.

Gaikindo juga meminta penambahan waktu jatuh tempo dokumen form D untuk kebutuhan importasi dari 1-3 hari menjadi 2-3 pekan karena banyak negara tengah menerapkan lockdown, dan lain sebagainya.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan stimulus dibutuhkan untuk meningkatkan permintaan mobil di Indonesia.

“Daya beli bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi atau GDP [gross domestic product]. Jika bisa balik ke level di atas 5, pasar mobil bisa kembali bergairah,” ucap Amelia melalui pesan singkat, Selasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *