Prospek Karir Seorang Programmer Masa Pandemik

Prospek Karir Seorang Programmer Masa Pandemik

Prospek Karir Seorang Programmer Masa Pandemik

Prospek Karir Seorang Programmer Masa Pandemik. Seiring dengan berkembangnya dunia digital, kebutuhan akan tenaga kerja dalam bidang teknologi pun semakin meningkat. Namun, meski lowongan pekerjaan dalam bidang teknologi semakin banyak, masih banyak perusahaan Indonesia yang kesulitan mencari sumber daya manusia yang menguasai bidang teknologi. Salah satu penyebabnya adalah kesenjangan antara kualifikasi yang membutuhkan skill calon pekerja.

Oleh karena itu dalam sebuah sesi webinar, Arfian Bagus selaku Software Engineer IDN Media dan Amanda Simandjuntak selaku Chief of Evolution Skilvul membahas hal tersebut dan beberapa hal menarik lainnya tentang pekerjaan bidang teknologi Indonesia. Informasi penting, nih, untuk kamu yang tertarik bekerja dalam bidang teknologi!

Pekerjaan dengan demand tinggi di Indonesia
Demand pekerjaan dalam bidang teknologi sangatlah tinggi. Bagaimana tidak, digitalisasi kini terjadi dalam seluruh sektor: dari keperluan logistik, kebutuhan pokok, hingga pemeriksaan ke dokter pun terlakukan secara daring. Akan tetapi, ketersediaan tenaga kerja kompeten dalam bidang teknologi, terutama programming, masih terbilang sangat kurang.

Amanda, yang juga merupakan lulusan ilmu komputer Curtin University, Australia, menyatakan, “Dalam 10 tahun ini, Indonesia masih kekurangan 9 juta programmerslho. Kalau membandingkan dengan negara lain, cukup jauh tertinggal, ya. Kebanyakan orang sadar bahwa perkembangan digital terus terjadi. Namun kesadaran dan kemauan untuk mempelajari ilmu teknologi secara lebih mendalam masih jarang.”

Bahkan, meskipun lowongan pekerjaan berkurang 70% secara umum,

kebutuhan perusahaan-perusahaan akan programmer masih terbilang stabil. “Bagaimana tidak? Pesan kopi saja sekarang melalui digitalisasi. Jadi, kalau mau bicara tentang prospek pekerjaan yang oke untuk era digital ini, ya, programmer,” lanjut Amanda.

Memperbaiki sistem pendidikan Indonesia di bidang teknologi
Jika membandingkan dengan beberapa negara lainnya, pendidikan Indonesia untuk bidang teknologi masih cukup tertinggal. Sebagai contoh sederhana, Amanda menceritakan pernah melakukan survey dalam sebuah institusi pendidikan dan menemukan bahwa buku-buku yang masih menggunakan pada institusi tersebut adalah buku-buku yang sama saat ia masih saat kuliah dahulu. “Teknologi informasi adalah ilmu yang terus berubah, kurikulumnya harus dinamis, tidak perlu standarisasi,” jelasnya. drivingacademyohio.com

Amanda menambahkan, “Idealnya, dengan melihat kebutuhan programmer dalam era digital ini, pelajaran teknologi informasi dan komunikasi seharusnya lebih mempelajari tentang programmingcoding. Bukan lagi zamannya mempelajari Microsoft, lho. Soalnya, Indonesia ini sudah ketinggalan sama sistem pendidikan luar negeri―coding sudah teredukasi sejak anak masuk ke sekolah dasar. Kurikulum ilmu teknologi informasi dan komunikasi tak bisa stagnan, harus memperbaharui agar relevan terus.”