5 Tips Mengatasi Depresi yang Perlu Anda Ketahui

5 Tips Mengatasi Depresi yang Perlu Anda Ketahui

5 Tips Mengatasi Depresi yang Perlu Anda Ketahui

5 Tips Mengatasi Depresi yang Perlu Anda KetahuiDepresi adalah keadaan penghentian perilaku yang dapat terjadi karena sejumlah alasan. Hal utama yang harus kita pahami adalah depresi dapat menjebak anda ke dalam lingkaran setan, yang membuat anda menjadi menghindar, menutup, dan menarik diri.

Organisasi Kesehatan Dunia mengidentifikasi depresi sebagai satu-satunya kondisi kesehatan yang paling merusak dari semuanya, termasuk kanker.

Memahami apa yang sedang terjadi dan membuat perubahan memang sulit dilakukan. Namun, jika anda sabar dan tekun, anda akan menemukan hal positif yang dapat menjernihkan kembali pikiran dan jiwa anda.

Melansir dari Psychology Today, coba lakukan cara ini untuk mengatasi depresi.

1. Sadarilah bahwa anda tidak sendiri

Hampir setiap orang terkena depresi dan mempengaruhi semua orang, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menyadarinya dan menciptakan komunitas yang sadar akan hal ini. Anda perlu bekerja sama dan membantu satu sama lain untuk membalik siklus. Carilah teman curhat, mereka pasti akan mendengarkan keluh kesahmu. Di luar sana, banyak yang merasakan hal yang sama dan peduli denganmu.

2. Lawan dan hadapi

Melansir dari https://slotpragmatic.asia/ untuk menghadapi depresi rasanya sengsara, menguras motivasi, dan mengarahkan anda untuk melarikan diri dan menarik diri ke dalam gua batin. Karena itu, perlu mengembangkan kerangka berpikir. Ubah sikap dan ambil langkah lain. Berhenti terlibat perkelahian langsung, melarikan diri, atau mencoba mengubur diri. Berbalik, dan lihatlah itu semua bagian dari hidup.

3. Depresi hanya akan menghentikan perilaku

Depresi berbeda dari kesedihan atau kesedihan yang “normal”. Secara deskriptif, depresi adalah keadaan penghentian perilaku. Orang yang mengalami depresi mengalami peningkatan perasaan negatif seperti kesedihan, keputusasaan, putus asa, cemas, mudah tersinggung, marah, malu, dan bersalah. Hal ini akan membuat anda secara tidak sengaja menghentikan segala keputusan/tindakan yang anda ambil dan anda terjebak di dalamnya.

4. Kaji tingkat depresi anda

Perhatikan saja bahwa penafsiran yang benar tergantung pada bagaimana anda cenderung merespons. Lihat gejala yang anda hadapi, misalnya, apakah anda mengalami masalah dengan tidur? Jika demikian, itu mungkin pola yang harus anda pikirkan untuk ditangani.

5. Kenali reaksi depresif, gangguan depresif, dan penyakit depresif

Reaksi depresi mengacu pada penutupan yang terjadi setelah “cedera psikologis” yang serius, seperti kematian orang yang dicintai, perceraian, kehilangan pekerjaan, atau peristiwa besar dalam hidup lainnya yang dialami. Reaksi depresi juga termasuk respon penutupan untuk situasi kehidupan yang sangat sulit atau menindas, seperti hidup dengan pasangan yang kasar atau berurusan dengan rasa sakit kronis.

Gangguan depresi adalah penyebab kelas kedua yang mendorong orang ke dalam gua depresi. Gangguan depresi melibatkan pola “maladaptif” dalam bertindak, bereaksi, berhubungan, dan mengatasi stres yang sebenarnya memperburuk keadaan.