Penumpang Gugat Garuda Indonesia dan CIMB Niaga ke Jalur Hukum

Penumpang Gugat Garuda Indonesia dan CIMB Niaga ke Jalur Hukum

Penumpang Gugat Garuda Indonesia dan CIMB Niaga ke Jalur Hukum – seorang penumpang maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia. Sekaligus nasabah PT CIMB Niaga, mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap kedua perusahaan tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. David Tobing selaku kuasa hukum, mengatakan Tony Mampuk menggugat PT Garuda Indonesia dan CIMB Niaga senilai Rp5,3 miliar, pada Jakarta seperti melansir dari laman Antara.

Duta Nusantara Merdeka

Gugatan melakukan untuk pembatalan penerbangan

Kuasa hukum penggugat pun menjelaskan bahwa gugatan bermula untuk melakukan pembatalan penerbangan dan meminta pengembalian uang tiket (refund) kepada pihak Garuda Indonesia. Permintaan penggugat untuk melakukan refund telah menyetujui oleh pihak Garuda Indonesia dan telah melakukan pengembalian uang.

Tidak mengetahui adanya transaksi dengan jumlah nilai yang lumayan besar

Penggugat sudah menggunakan uang atau dana yang telah merefund untuk keperluan membayar tagihan kartu kredit dan sebagiannya telah memindahkan oleh penggugat ke Bank BCA. etapi saat menerima lembar tagihan kartu kredit CIMB niaga pada bulan Agustus, penggugat yanh akan mengagetkan dengan adanya transaksi senilai Rp52.791.900 dan tidak mengetahui sebelumnya.

Pernyataan yang tidak jelas antara dua perusahaan

Melansir dari http://bobsledsong.com/  penggugat melakukan konfirmasi ke pihak CIMB Niaga dan mengetahui transaksi tersebut.  Melakukan karena adanya permintaan dari pihak Garuda Indonesia. Pada sisi lain pihak Garuda Indonesia menjelaskan bahwa tidak pernah melakukan penagihan atas transaksi tersebut. Merasa keberatan terhadap transaksi tersebut, penggugat meminta kejelasan atas dua perusahaan terkait adanya transaksi tersebut. Bukannya membatalkan transaksi tersebut, para tergugat justru memberikan pernyataan yang saling kontradiktif.  Yaitu pihak Garuda Indonesia mengatakan tidak pernah melakukan penagihan atas transaksi tersebut.  Sedangkan pihak CIMB Niaga menyatakan transaksi tersebut dilakukan atas permintaan dari pihak Garuda Indonesia.

Penggugat merasa dirugikan dan ajukan gugatan melawan hukum

Tak ada jawaban yang jelas, membuat penggugat merasa kecewa dan merugikan.  Karena harus membayar tagihan tersebut agar tidak terkena bunga yang cukup memberatkan. Penggugat akhirnya mengajukan gugatan melawan hulum terhadap PT Garuda Indonesia dan CIMB Niaga. David Tobing selaku kuasa hukum juga menjelaskan para tergugat dapat mengatakan sebagai transaksi fiktif.